Banjarmasin – Kelangkaan tiket pesawat menjelang Lebaran kembali menjadi sorotan. Tim investigasi Berita Istana menemukan indikasi kuat bahwa tiket sudah diborong oleh calo dan kemudian dijual kembali dengan harga tinggi. Salah satu lokasi yang terpantau mengalami praktik ini adalah Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.(Senin 24 Maret 2025).
Berdasarkan hasil investigasi, banyak calon penumpang yang kesulitan mendapatkan tiket mudik ke Pulau Jawa melalui platform pemesanan daring seperti Traveloka. Bahkan, untuk penerbangan Banjarmasin (BDJ) – Semarang (SRG) pada Rabu, 26 Maret 2025, harga tiket yang tersedia mencapai Rp13.662.000.
Warsito, Direktur Utama PT Berita Istana Negara, mencoba menghubungi rekannya yang berada di Bandara Syamsuddin Noor. Rekannya tersebut menawarkan tiket Lion Air untuk Senin, 24 Maret, dengan harga Rp2,5 juta. Sementara itu, tiket penerbangan ke Surabaya pada Rabu pukul 09.00 WIB ditawarkan seharga Rp3,5 juta, namun dengan nama penumpang lain. “Jangan khawatir, tetap bisa naik. Jika ada masalah, uang akan dikembalikan 100%,” ujar sang calo saat dikonfirmasi tim Berita Istana Negara.
Warsito mengaku heran bagaimana bisa seseorang terbang menggunakan tiket atas nama orang lain, mengingat prosedur keamanan di bandara sangat ketat, terutama saat boarding pass. Ia menduga ada permainan antara calo dan oknum tertentu sehingga tiket sengaja dibuat langka agar bisa dijual kembali dengan harga tinggi.
Menhub: Harga Tiket Pesawat Turun 13-14 Persen Saat Lebaran : Di sisi lain, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy mengumumkan bahwa pemerintah telah menurunkan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 13 hingga 14 persen selama masa Angkutan Lebaran 2025. Kebijakan ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meringankan beban masyarakat serta memastikan kelancaran perjalanan mudik.
Meski demikian, temuan Berita Istana menunjukkan bahwa di lapangan, harga tiket justru melambung akibat permainan calo. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas kebijakan penurunan harga jika distribusi tiket masih dikuasai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk menindak praktik calo yang merugikan masyarakat, terutama menjelang musim mudik Lebaran.
Kasus ini memunculkan dugaan adanya keterlibatan oknum dalam sistem tiket penerbangan di bandara. Jika praktik ini dibiarkan, masyarakat akan terus dirugikan, terutama saat musim mudik tiba. Pihak berwenang diharapkan segera mengusut masalah ini dan menindak tegas calo serta oknum yang terlibat demi memastikan sistem transportasi udara yang lebih transparan dan adil bagi masyarakat.(iTO)