Jawa Tengah – Peta elektabilitas calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2024 kini mulai terungkap. Berdasarkan survei terbaru, dinamika persaingan antara dua pasangan calon utama, Ahmad Luthfi – Taj Yasin dan Andika Perkasa – Hendrar Prihadi, mulai terlihat jelas.
Survei ini menggambarkan kondisi terkini elektabilitas para kandidat sebelum adanya penetapan resmi pasangan calon. Menariknya, sosok mantan Panglima TNI, Andika Perkasa, yang diusung oleh PDIP, tampaknya belum mampu menjadi kekuatan dominan dalam kontestasi ini. Dalam berbagai survei, elektabilitas Andika tampak tertinggal jauh dari rival utamanya, Ahmad Luthfi, yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Pasangan Ahmad Luthfi – Taj Yasin yang diusung oleh koalisi besar terdiri dari 12 partai, seperti Partai Golkar, Gerindra, PKS, PKB, NasDem, PAN, PPP, Demokrat, PSI, Partai Buruh, PBB, dan Partai Garuda, menunjukkan performa yang cukup solid. Berdasarkan survei, Ahmad Luthfi unggul di seluruh kabupaten di Jawa Tengah, menunjukkan kekuatan politik yang lebih merata dibandingkan pasangan Andika Perkasa – Hendrar Prihadi yang hanya didukung oleh PDIP.
Namun, meski unggul dalam elektabilitas, posisi Ahmad Luthfi belum benar-benar aman. PDIP sebagai partai pemenang Pemilu Legislatif 2019 di Jawa Tengah tetap menjadi faktor kuat. Dengan perolehan 5.270.261 suara atau 33 kursi dari total 120 kursi di DPRD Jateng, PDIP memiliki basis dukungan yang kuat di provinsi ini, yang bisa menjadi ancaman serius bagi Ahmad Luthfi.
Kedua pasangan calon saat ini masih terus berusaha memperkuat jaringan dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kampanye dan strategi politik di akar rumput akan sangat menentukan hasil akhir Pilgub Jateng 2024.
Dengan waktu yang masih tersisa menjelang pemilihan, segala kemungkinan masih bisa terjadi, dan kedua pasangan harus bekerja keras untuk merebut hati pemilih di Jawa Tengah.(BiN)